Minggu, 20 Oktober 2013

Kupu-Kupu Kertas

setiap waktu engkau tersenyumsudut matamu memancarkan rasakeresahan yang terbenamkerinduan yang tertahanduka dalam yang tersembunyijauh di lubuk hatikata-katamu riuh mengalir bagai gerimis
seperti angin tak pernah diamselalu beranjak setiap saatmenebarkan jala asmaramenaburkan aroma lukabenih kebencian kau tanambakar ladang gersangentah sampai kapan berhenti menipu diri

kupu-kupu kertasyang terbang kian kemarianeka rupa dan warnadibias lampu temaram
membasuh debu yang lekat dalam jiwamencuci bersih dari segala kekotoranaku menunggu hujan turunlahaku mengharap badai datanglahgemuruhnya akanmelumatkan semua kupu-kupu kertas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar